MAMUJU, SULBAR EXPRESS β Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) akhirnya mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Badan Industri Mineral (BIM), PT. Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) dan Danantara, terkait pengembangan potensi rare earth element (REE) atau logam tanah jarang (LTJ) di Kabupaten Mamuju.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pekan lalu itu membahas langkah awal pengembangan mineral strategis nasional yang saat ini menjadi perhatian dunia, karena digunakan dalam berbagai industri modern.
βSaya dipanggil ke Jakarta untuk rapat bersama Badan Industri Mineral, PT. Perminas, dan Danantara terkait logam tanah jarang. Dalam rapat tanggal 13 Mei lalu, saya mendengarkan paparan mengenai potensi LTJ di Mamuju,β kata SDK, Rabu 20 Mei 2026.
Menurutnya, Sulbar memiliki cadangan mineral logam tanah jarang yang cukup besar dan berpotensi menjadi aset strategis nasional di masa depan. βMineral tanah jarang sangat dibutuhkan dunia saat ini dan menjadi komponen penting dalam berbagai industri modern,β ujarnya.
SDK menjelaskan, LTJ digunakan dalam industri kendaraan listrik, teknologi pertahanan, pesawat tempur, hingga sistem peluru kendali. Karena itu, keberadaan mineral tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam geopolitik global.
βMineral tanah jarang menjadi bagian dari kekuatan geopolitik suatu negara apabila memiliki cadangan seperti itu,β lanjutnya.
Ia menambahkan, Presiden Republik Indonesia menargetkan Indonesia menjadi salah satu negara penghasil produk hilirisasi LTJ di masa depan. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menunjuk Danantara dan membentuk PT. Perminas sebagai bagian dari pengelolaan industri strategis nasional.
Potensi LTJ di Mamuju Besar, Produksi Diperkirakan 10 Hingga 20 Tahun Lagi
Kegiatan
π
21 May 2026